Ini Alasan Tommy Soeharto Pilih Dapil PAPUA

Ini Alasan Tommy Soeharto Pilih Dapil PAPUA

Binaiyanews - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau yang sering disapa Tommy Soeharto memilih Provinsi Papua sebagai daerah pemilihan (DAPIL) Calon Legislatif (CALEG) di Pemilu 2019.

Alasan dirinya memilih Papua sebagai daerah pemilihannya. Selain ingin memajukan daerah di ujung Indonesia timur itu, juga karena ada kesesuaian nama dan sejarah, yang pernah ditorehkan oleh mendiang ayahnya mantan Presiden RI ke-2, Soeharto di Provinsi Papua saat itu.

Tommy yang lahir pada 15 Juli 1962. Bertepatan dengan operasi militer Mandala Trikora pembebasan Irian Barat. Saat Almarhum bapaknya Presiden RI, H.Soeharto sedang memimpin pasukan melawan penjajah di tanah Papua, untuk dikembalikan ke Negara Republik Indonesia.

“Provinsi Papua sengaja dipilih Pak Tommy Soeharto untuk bertarung di Pileg 2019. Sebab sesuai dengan nama yaitu Mandala. Karena dulu ayahnya Jenderal Soeharto sedang memimpin pasukan operasi Mandala Trikora di Papua,” kata Komando Daerah Pemilihan (KODAPIL) Maluku-Maluku Utara, Partai Berkarya, H.Ruslan Samual, SE kepada Binaiyanews. Jumat (8/2/2019) malam.

Pada waktu itu Almarhumah ibu Hj.Tien Soeharto, sedang mengandung anak yang kelima, yaitu Tommy Soeharto. Saat dalam kandungan ibunya, Presiden Soeharto menjadi Panglima Mandala, pada bulan Februari 1962. “Dengan nama Mandala itulah, akhirnya beliau terpanggil jiwanya untuk mengabdi untuk rakyat Papua,” ungkapnya.

Berdasarkan namanya yang sesuai dengan sejarah pembebasan Papua saat itu, oleh ayahnya untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi, Tommy berjanji akan memajukan Papua. “Berdasarkan nama itu Pak Tommy merasa bertanggung jawab. Dirinya berjanji akan membangun Papua. Supaya rakyat Papua lebih sejahtera dan tidak disepelekan oleh Provinsi lain,” kata Allan sapaan akrabnya.

Tommy Soeharto ingin masyarakat Papua maju dan sejajar kehidupan dengan Provinsi lain di Indonesia. Keinginannya itu bulat setelah melihat dari dekat kondisi sebenarnya di Papua yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun rakyatnya masih belum sejahtera. “Pak Tommy mewakili rakyat Papua, sesuai dengan slogannya yaitu dirinya ingin Papua lebih maju lagi di waktu yang akan datang. Dan bisa lebih baik dari Provinsi lain,” tegasnya.

Nama Presiden Soeharto masih banyak dielu-elukan warga di Papua. Hal itu terbukti di setiap kunjungannya ke sejumlah wilayah di Papua. Tommy disambut dengan berbagai macam acara tradisi penyambutan warga setempat.

Baca Juga : Untuk SBB lebih Baik, ini Visi Misi Iqbal Payapo

Salah satu tradisi penyambutan warga Papua yaitu “Injak Piring” atau yang sering disebut mansorandak. Tradisi lama itu memiliki arti, sebagai upacara penyambutan anggota keluarga yang sudah lama meninggalkan tanah kelahirannya karena harus merantau ke kota atau negeri orang lain. Hal itu juga dilakukan kepada Tommy yang telah dianggap sebagai keluarga rakyat Papua. “Penyambutan pak Tommy dilakukan dengan acara adat yaitu injak piring, sebagai tanda bagian dari keluarga,” tandasnya.

Mantan Presiden RI ke-2, Jenderal Soeharto pernah berkata dalam sebuah autobiografinya (1989: 107) yang dikutip media ini, mengatakan,“Nama itu (Hutomo Mandala Putra) , dengan panggilan di rumah Tommy, memberikan kenangan-kenangan tersendiri pada tugas yang saya jalankan,” akui Soeharto, sosok bapak pembangunan yang dikenang rakyat Indonesia.(BN-01).

Post a Comment

0 Comments