• Breaking News

    Euforia Penerimaan CPNS Oleh : Idrus Marasabessy, SE

    Euforia Penerimaan CPNS Oleh : Idrus Marasabessy, SE
    Euforia Penerimaan CPNS Oleh : Idrus Marasabessy, SE

    Euforia Penerimaan CPNS - Tahun 2018 benar-benar merupakan tahunnya calon pegawai negeri sipil. Betapa tidak, rekrutmen kali ini merupakan perekrutan calon pegawai negeri sipil terbesar serta terbanyak dalam sejarah mengalahkan rekrutmen calon pegawai negeri sipil tahun 2014 yang pada saat itu jumlahnya mencapai 2,6 juta pelamar. Berdasarkan data kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi, pada tahun 2018 ini jumlah pelamar secara nasional menyentuh angka 4.436.694 pelamar.

    Menurut Drs. Syafruddin, M.Si selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam jumpa pers di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (06-09-2018), kebutuhan calon pegawai negeri sipil secara nasional adalah 238.015 orang terdiri dari 51.271 orang yang diperuntukkan bagi instansi-instansi pusat, serta 186.744 orang yang diperuntukkan bagi instansi di daerah-daerah. Dari jumlah tersebut nantinya akan terbagi lagi diantaranya 51.271 kuota pusat tersebut tersebar di 76 Kementerian atau Lembaga dan 186.744 di 525 Kabupaten atau Kota.

    Banyak hal menarik terjadi dalam pelaksanaan rekrutmen cpns kali ini mulai dari jumlah pelamar yang luar biasa banyaknya, sampai adanya jalur formasi khusus. Formasi khusus sendiri merupakan salah satu pembeda perekrutan calon pegawai negeri sipil kali ini dengan tahun - tahun sebelumnya, pemerintah mencoba mengakomodir para calon pegawai negeri sipil berkebutuhan, keadaan maupun kemampuan khusus denagan kriteria kriteria tertentu. Dalam perekrutan kali ini pemerintah menyediakan slot formasi khusus yang di antaranya jalur khusus bagi putra putri Papua dan Papua Barat, penyandang disabilitas peraih gelar cumlaude, atlet berprestasi serta diaspora.

    Antusiasme 4,4 juta rakyat Indonesia merupakan gambaran nyata keadaan negeri kita saat ini, situasi real dari tingginya angka pengangguran yang terus menerus mengalami pembengkakkan namun minim solusi penyelesaiannya. Kita patut wasapada akan hal ini, sebab tingginya angka pelamar berbanding lurus dengan tingginya tingkat pengangguran yang selanjutnya kita tahu bersama akan membengkakkan angka kemiskinan di negeri ini.

    Baca Juga : Membangun Zona Integritas untuk Birokrasi di Pulau Seram

    Solusi yang cepat namun efektif di perlukan saat ini untuk menekan angka pengangguran, menstabilkan angka kemiskinan lalu dengan cepat beralih ke solusi jangka panjang yang bertujuan menurunkan angka pengangguran serta kemiskinan. Salah satunya dengan megoptimalkan pusat-pusat produksi sehingga perlahan kedepan negara kita beralih dari negara konsumtif menjadi negara produktif. Membangun infrastruktur adalah langkah yang baik dalam membangun pilar ekonomi yang sehat, namun dasar rantai perekonomian adalah produksi, akan kurang efektif jalan dan semua infrastruktur tanpa ada hasil produksi yang akan di jual atau di distribusikan.

    Maka dari itu pemerintah harus lebih jeli mengambil kebijakan-kebijakan strategis menumbuh kembangkan sektor produksi penunjang perekonomian negara karena dengan sendirinya akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang berimbas pada penurunan angka kemiskinan.

    Oleh : IDRUS MARASABESSY, SE
    Judul : Euforia Penerimaan CPNS
    Pekerjaan : Pegawai KPPN Masohi

    No comments