40 Warga Maluku Jadi Korban Tsunami Banten

40 Warga Maluku Jadi Korban Tsunami Banten

Binaiyanews - Gelombang pasang tsunami yang terjadi di Pantai Barat Provinsi Banten pada Sabtu malam, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WIB. Mengakibatkan puluhan orang di kabarkan hilang.

Diantara para korban itu ada sekitar 40 orang warga asal Negeri Wolu, Angos dan Tehua, Kecamatan Telutih Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Mereka tergabung dalam sebuah organisasi paguyuban Wolu Bersaudara (WOLBERS) di Jakarta. Mereka membuat program arisan keluarga yang dibuka setiap akhir tahun di tempat wisata. Di penghujung tahun 2018 ini, tempat yang mereka pilih adalah di Pantai Carita, Provinsi Banten.

Informasi yang di himpun Binaiyanews.com dari seseorang rekan para korban, Rustam Latael di Jakarta mengatakan, dirinya sempat di ajak oleh rekannya Kadir Leuly, untuk ikut bersama-sama mereka ke pantai carita. Namun dirinya menolak karena tidak bisa meninggalkan urusannya di Jakarta yaitu bisnis kayu gaharu yang digelutinya selama ini. Yang harus dipasarkan kepada pengusaha di Negara Arab Saudi.

“Kadir sempat telfon ajak beta ikut, tapi beta masih ada urusan bisnis jual beli kayu gaharu yang seng bisa ditinggalkan,” kata Rustam.

Selanjutnya setelah mendengar musibah itu dirinya menghubungi semua rekan-rekannya yang pergi ke tempat wisata itu. Mereka di antaranya Basir Kohunussa, Kadir Leuly dan Ali Leuly namun sayang nomor HP ketiganya tidak aktif.

Warga yang ikut pada kegiatan itu berjumlah kurang lebih 40 orang. Jumlah itu diungkapkan oleh Helmi Silawane/Pattisahusiwa. Melalui sambungan telepon Rustam. Helmi adalah sepupu dari korban Abdurrahman Assagaf yang tewas bersama anaknya pada saat kejadian tersebut.

Helmi mengungkapkan bahwa jumlah warga asal Negeri Wolu, Angos dan Tehua Kecamatan Telutih di Jakarta yang arisan sekaligus wiisata akhir tahun itu berjumlah kurang lebih 40 orang. “Itu arisan keluarga Wolu di Jakarta, mereka tergabung dalam organisasi Wolu Bersaudara (WOLBER) yang juga di dalamnya sejumlah orang dari Negeri lain di Kecamatan Telutih. Kegiatan itu rutin setiap akhir tahun,” ungkapnya.

Helmi juga mendapatkan informasi kejadian dan kondisi korban pada malam hari itu dari Nona Kamidin yang selamat dan sempat melakukan komunikasi dengan korban lainnya yaitu Basir Kohunussa.

Baca juga : Alat Peraga Caleg Malteng Dirusak OTK

Dalam pembicaraan itu menyebutkan bahwa sebelum kejadian itu Basir sempat bersama sama dengan Arman Assagaf,anaknya Arman yaitu Azis, Anwar Henlau, Ramli Kamidin, Ali Leuly, Ishak Muhammad. Selanjutnya Basir di suruh untuk pergi membeli rokok.

“Setelah kembali membeli rokok Basir melihat sudah tidak ada orang dan bangunan yang mereka bercerita tadi. Basir kemudian di hantam ombak besar dan beruntung dia menemukan pohon kelapa dan naik di atas pohon itu. Meskipun selamat namun Basir juga mengalami luka yang cukup serius di badan dan kepalanya luka di duga tertimbun oleh benda keras.Kaki basir juga patah,” katanya.

Dikabarkan ada lima pantai yang terdampak tsunami adalah di wilayah Pantai Selatan Kabupaten Pandeglang dan di wilayah Anyer Kabupaten Serang.

Lima pantai dimaksud adalah Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita.(BN-01)

Post a Comment

0 Comments