• Breaking News

    Wabup Malteng Promosi Pulau Nusalaut di Belanda

    Binaiyanews - Dalam rangka memperingati 60 tahun Perkumpulan Nusa Hulawano di Belanda, Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Marlatu.L.Leleury diminta untuk menjelaskan tentang sejarah dan geographis Pulau Nusa laut kepada anak cucu Nusa Hulawano.

    Sekitar 500 peserta menghadiri acara tersebut, yang dilaksanakan di Partycentrum, Zichtenburg, Den Haag Belanda. Sabtu (27/10/2018).

    Wabup Malteng Promosi Pulau Nusalaut di Belanda
    Wabup Malteng Promosi Pulau Nusalaut di Belanda

    Kepada anak cucu Nusa Hulawano di Belanda, Atus Leleury menjelaskan tentang letak geography, adat istiadat, sejarahnya, ekonomi, sosial dan pariwisata di Pulau yang berjuluk Pulau Anyo-anyo itu.

    Sebab banyak warga asli Pulau Nusalaut di Belanda banyak yang belum pernah ke tanah para leluhurnya. Ataupun yang sudah lama keluar dari sana dan belum pernah kembali. Adapula generasi muda yang lahir di sana, dan tidak tahu sama sekali tentang asal leluhur mereka. "Hal itu supaya mereka kembali, paling tidak datang mengunjungi Nusa Laut yang sudah banyak perubahan, karena mereka tinggalkan sudah 60 tahun Lalu," ujarnya.

    Baca Juga : Semarak Lomba Olah Raga Jelang HUT Kota Masohi ke-61

    "Saya menjelaskan tentang sekarang, letak geographis, adat istiadat, pela gandong, legenda, nama-nama fam/marga mereka dengam artinya masing-masing. Pariwisatanya termasuk bangunan-bangunan sejarahnya Martha Christina Tijahahu," jelasnya.

    Wabup Malteng Promosi Pulau Nusalaut di Belanda
    Wabup Malteng Promosi Pulau Nusalaut di Belanda

    Selain itu Atus juga mengungkapkan tentang fasilitas sarana prasarana yang telah tersedia di Pulau Nusa laut, yang semakin memudahkan akses masyarakat. "Sekarang sudah ada alat transportasi feri, kapal capat, jaringan komunikasi telepon seluler, sarana jalan lingkar Nusalaut yang telah keliling pulau Nusa laut," ungkapnya.

    Masyarakat menjuluki Pulau Nusalaut dengan sebutan Nusa Hulawano, yang artinya Pulau Emas. Di pulau ini banyak terdapat cengkeh dan pala yang tersebar pada 7 Negeri yaitu Titawae, Abubu, Akoon, Ameth, Nalahia, Sila dan Leinitu.

    Baca Juga : Joan Leleury Gelar Fashion Show Adat Maluku di Belanda

    Jerih payah Leleury tidak sia-sia, karena akhirnya dia diminta untuk membuat buku tentang Nusahulawano, yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda. Permintaan itu di sanggupinya."Saya akan terus mempromosikan Maluku Tengah sepanjang saya mendapat kesempatan" tegasnya.

    Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tengah itu berharap, dengan adanya presentasi itu, maka anak cucu keturunan Nusahulawano akan lebih mencintai tanah leluhurnya. "Dengan demikian mereka akan kembali atau mengunjungi pulau Nusalaut, dan tidak akan melupakannya," harapnya. (BN-01)

    No comments

    Post Top Ad