• Breaking News

    Genjot Perikanan, Kolstor Pancing Tonda Disiapkan DKP SBT

    Binaiyanews - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) memastikan dua program penguatan sektor perikanan rakyat direalisasi akhir tahun ini. Yaitu MoU dua kolstor pendingin hasil tangkapan di Bula dan Kesui, berikut paket bantuan nelayan tangkap pancing tonda untuk 50 kelompok.

    Genjot Perikanan, Kolstor Pancing Ronda Disiapkan DKP SBT
    Genjot Perikanan, Kolstor Pancing Ronda Disiapkan DKP SBT - Gambar ilustrasi nelayan

    Kolstor di dua tempat tersebut diharapkan menjadi pundi-pundi pendapatan bagi daerah. Dan sesuai target untuk kedua fasilitas pendingin yang dikelola pihak ketiga ini dihasilkan PAD sebesar Rp 1 miliar di tahun 2019.

    Hal itu dikemukakan Kepala DKP Kabupaten SBT Hi Ramly Siobolamo, yang mana kedua program yang  dianggarkan melalui DAK ini dipastikan tuntas sebelum akhir tahun 2018. Menurut Ramly, sebagai instansi teknis yang dekat ke sisi pengembangan ekonomi kawasan berbasis sumberdaya perikanan, sudah tentu pihaknya harus jeli.

    Baca Juga : Diklat PIM Untuk Siapkan Mentalitas Disiplin

    Yakni, dengan fokus pada penguatan sarana tangkap dan fasilitas pendukung, salah satunya adalah Kolstor. Ramly mengaku pihak ketiga sebagai pengelola akan menerapkan Pola Inti Rakyat (PIR). Tujuan pengelola dengan pola PIR dimaksud agar  terjadi kesinambungan produksi perikanan agar secara ekonomis selalu menguntungkan kedua pihak, nelayan maupun pengelola. "MoU dalam proses dengan pihak ketiga. Sambil menunggu MoU, kita juga lakukan rehab kolstor supaya lebih siap dikelola oleh investornya," papar Ramly ditemui Senin, kemarin.

    Baca juga : Dinas Kelautan Perikanan "Asuransikan" Nelayan SBT

    Ditambahkan selain PAD, Kolstor membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Setidaknya 20 karyawan tetap direkrut dalam pengelolaan sebuah kolstor, ditambah 50 orang karyawan lepas, yang dipekerjakan, terutama ketika Kolstor menerima hasil  tangkapan banyak.

    Terkait, sarana tangkap nelayan, diakui tahun ini pihaknya akan menggelontorkan 50 paket sarana tangkap berupa paket pancing tonda dilengkapi dengan rompong. Tentunya kelompok nelayan yang berdayakan melalui paket bantuan tersebut, memenuhi sejumlah kriteria.

    "Salah satunya punya kartu nelayan. Karena dengan kartu itu setidaknya bisa dipastikan kalau dia adalah nelayan asli. Bukan nelayan musiman, sehingga benar-benar tepat sasaran," tegasnya.(*)

    No comments

    Post Top Ad