• Breaking News

    Siapkan Sapi Unggul, 14 Lahir 15 Bunting

    Siapkan Sapi Unggul, 14 Lahir 15 Bunting
    Siapkan Sapi Unggul, 14 Lahir 15 Bunting - Foto : Idha Mustafa Tianotak

    Binaiyanews.com - Sapi jenis unggul hasil inseminasi atau kawin buatan mulai menampakkan hasil. Sebanyak 14 ekor anakan sapi hasil kawin silang sapi induk-induk lokal dengan empat pejantan dari luar menghasilkan anakan berukuran "jumbo".

    Kalau sapi lokal umumnya memiliki berat antara 80 - 100 Kg atau lebih sedikit, sedangkan sapi hasil silang dapat mencapai 1 ton lebih. "Itu sapi dari sini, dikawinkan dengan sapi-sapi dari luar hasilnya sapi besar-besar," kata Sekertaris Dinas Pertanian SBT Hasanudin Kilian, Sabtu (28/7).

    Menurut Hasanudin, keempat pejantan unggulan yang dipakai sebagai bibit unggul, masing-masing jenis Limousine, Ongole, Madura dan Bali Super. Tapi bukan-sapi ini yang didatangkan ke SBT. Namun hanya sel sperma atau spermatozooid-nya saja.

    Disimpan di dalam botol, dan digunakan saat sapi-sapi betina lokal menunjukkan birahi untuk kawin. Ketika sapi induk yang semuanya jenis Bali "kacang" ini mengalami birahi peternak yang punya induk sapi menelpon petugas inseminasi untuk datang membawa tabung bibit dan peralatannya. "Pertama dong telpon. kalau birahinya pagi, beta datang sore kasih kawin. Begitu lagi, kalau birahi sore, berarti beta datang besok paginya. Yang penting sapi induk birahi dolo," papar petugas inseminasi Usman Ena (35).

    Siapkan Sapi Unggul, 14 Lahir 15 Bunting
    Anak Sapi hasil Inseminasi Buatan (IB) kawin suntik. Umur sapi baru 2 hari.

    Usman menjelaskan, setelah birahi, induk sapi diamankan dalam kandang jepit. Setelah itu baru dilakukan palpasi, yaitu mengecek, kondisi rektum servix atau mulut rahim induk dengan cara memasukkan tangan ke liang vagina sapi induk. Di situ servix lalu diraba untuk memastikan ukuran mulut rahim.

    Berita Lainnya :


    Bibit sapi unggul yang dipakai bergantung besar kecilnya servix. Setelah kondisi mulut rahim induk sapi diketahui, baru lah dilakukan inseminasi dengan menyuntikkan sel spermatozooid ke dalam rahim indukan melalui servix. "Supaya proses kelahirannya mudah, untuk servix yang kecil dipakai pejantan yang tidak terlalu besar. Kalau servixnya besar, ya katong pakai bibit sapi yang lebih besar juga," terang usman memberi petunjuk.

    Sebanyak 14 anakan sapi hasil inseminasi, ungkap Usman Ena telah lahir. Sedang dipantau sebelum masuk tahap penggemukan. Sementara 15 indukan lokal lainnya sedang mengalami bunting, tinggal menunggu proses kelahiran.(*)

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad