Header Ads

  • Breaking News

    Realiasasi Pendapatan Daerah Sedikit di Bawah Target

    Realiasasi Pendapatan Daerah Sedikit di Bawah Target
    Realiasasi Pendapatan Daerah Sedikit di Bawah Target

    BULA - Realisasi Pendapatan Kabupaten SBT tahun 2017 mencapai Rp 1,31 triliun, atau sebesar 93,1 persen dari target yang ditetapkan, sebesar Rp 1,8 triliun. Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

    Sementara terkait belanja daerah belanja daerah tahun anggaran 2017 ditetapkan sebesar Rp1,191 Triliun lebih. Realisasinya sebesar Rp1,50 Triliun atau mencapai 86,03 persen. “Belanja daerah kabupaten SBT pada tahun anggaran 2017 tersebut terdiri dari belanja operasional, belanja modal, dan belanja tidak terduga,” terang Bupati Abdul Mukti Keliobas saat menyampaikan pidato pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban pelaksanaan (LKPJ) akhir tahun anggaran 2017 di gedung DPRD kabupaten SBT, Rabu (1/8) lalu.

    Ia merinci, alokasi belanja operasi sebesar Rp 605 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp 572 miliar lebih atau 90, 82 persen dari Pagu anggaran. Sementara target PAD tahun 2017 Rp 62 Miliar lebih, yang terealisasi sebesar Rp 20 Miliar lebih atau mencapai 27,62 persen.

    Pendapatan transfer tahun anggaran 2017 ditargetkan sebesar Rp1 Triliun lebih. Sementara realisasinya sebesar Rp 973 miliar lebih atau mencapai 95,57 persen.

    Keliobas, target lain-lain pendapatan yang sah pada tahun anggaran 2017 tidak ditargetkan, namun terealisasi sebesar Rp37 Miliar lebih. Lanjutnya, belanja modal dialokasikan sebesar Rp358 Milyar lebih, teralisasi sebesar Rp295 Milyar lebih atau 81,59 persen dari Pagu anggaran.

    Sementara alokasi belanja tidak terduga sebesar Rp 5 Miliar lebih, terealisasi sebesar Rp 4 miliar lebih atau 87,71 persen dari Pagu anggaran.

    Sedang target lain-lain pendapatan yang sah pada tahun anggaran 2017 tidak ditargetkan, namun terealisasi sebesar Rp37 miliar lebih.

    Berita Terkait :


    Terkait belanja daerah, Bupati menyebutkan belanja daerah tahun anggaran 2017 ditetapkan sebesar Rp1,191 Triliun lebih. Realisasinya sebesar Rp1,50 Triliun atau mencapai 86,03 persen.

    Bupati kemudian merincikan, alokasi belanja operasi sebesar Rp 605 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp 572 miliar lebih atau 90, 82 persen dari Pagu anggaran.

    Realiasasi Pendapatan Daerah Sedikit di Bawah Target
    Realiasasi Pendapatan Daerah Sedikit di Bawah Target

    Sedang belanja modal dialokasikan sebesar Rp 358 milyar lebih, teralisasi sebesar Rp 295 milyar lebih atau 81,59 persen dari Pagu anggaran.

    Sementara alokasi belanja tidak terduga sebesar Rp 5 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp 4 miliar lebih atau 87,71 persen dari Pagu anggaran.

    Bupati menyampaikan hal tersebut dalam sidang paripurna DPRD kabupaten SBT dipimpin ketua DPRD, Agil Rumakat dan wakil ketua DPRD Abdullah Kelilauw.

    Menurut Bupati LKPJ tahun 2017 merupakan pelaksanaan Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan nomor 3 tahun 2007 tentang laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah, laporan pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD dan informasi laporan penyelenggaran pemerintahan daerah kepada masyarakat.

    Tujuan LKPJ tersebut adalah pemberian keterangan bupati kepada DPRD kabupaten SBT tentang pelaksanaan tugas-tugas desentralisasi, tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan selama tahun 2017.

    Ditegaskan, LKPJ bupati merupakan progress report atas pelaksanaan tugas dan pencapaian kinerja selama tahun 2017, sekaligus merupakan akuntablitas bersama antara kelembagaan pemerintah daerah dan DPRD.

    Dengan demikian, LKPJ bupati merupakan konsekukensi atas berbagai kesepakatan bersama untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi warga yang telah dituangkan dalam APBD kabupaten SBT tahun 2017,”ungkap Keliobas.

    Dijelaskan, LKPJ Bupati Seram Bagian Timur disusun berdasarkan Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2016-2021, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun anggaran 2017, kebijakan umum APBD (KUA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS), serta peraturan daerah kabupaten SBT nomor 10  tahun 2017 tentang perubahan APBD kabupaten SBT tahun 2017.

    Berdasarkan RPJMD 2016-2021, visi pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur adalah terwujudnya kabupaten Seram Bagian Timur yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing berbasis sumber daya lokal.

    Realiasasi Pendapatan Daerah Sedikit di Bawah Target
    Realiasasi Pendapatan Daerah Sedikit di Bawah Target

    Guna mewujudkan visi tersebut, misi yang diemban oleh pemerintah kabupaten SBT, yakni mengembangkan aktivitas ekonomi lokal berbasis komoditi unggulan dan kelembagaan lokal di daerah perdesaan, menjalankan reformasi birokrasi dalam tata kelola birokrasi, serta reformasi agraria dalam tata ruang wilayah.

    Serta mengembangkan jejaring kerjasama multi level stakeholder untuk pengembangan perekonomian daerah yang kuat dan kompetitif. Pemda kabupaten SBT juga mengemban misi, mendorong penguatan demokrasi dan paritisipasi publik dalam system tata kelola pemerintahan yang terbuka, akuntabel dan bertanggungjawab.

    Selain itu, pemerintah di daerah ini juga mendorong pengembangan sektor unggulan sektor kelautan dan perikanan, serta mengembangkan aksesibilitas infrastruktur dan akses lainterhadap Iptek, permodalan dan pasar. “Dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta kelembagaan lokal dalam integrasi pasar bebas dan masyarakat ekonomi Asean (MEA),”tandas Bupati.(*)

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad