• Breaking News

    Kadisppora: Sekolah Gratis Itu Hanya di SBT

    Binaiyanews.com - Para kepala sekolah (Kepsek) diingatkan untuk terus meningkatkan kompetensi dalam bidang manajemen sekolah. Apalagi Pemda SBT telah bertekad untuk merealisasikan sekolah gratis, ini menyebabkan pengelaaan dana sekolah menjadi berat.

    Kadisppora: Sekolah Gratis Itu Hanya di SBT
    Kadisppora: Sekolah Gratis Itu Hanya di SBT

    Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disppora) Achmad Rumaratu menegaskan, para Kepsek tidak dibenarkan memungut biaya apa pun dari orang tua atau wali murid, termasuk uang komite dengan dalih dana BOS kurang.

    Baca Juga : Rumaratu Tepis Kualitas Pendidikan SBT Rendah

    "Bupati telah wajibkan sekolah gratis di SBT ini. Jadi sekolah gratis itu hanya ada di SBT, sehingga tidak ada pungutan apa-apa lagi. Dana BOS adalah kekuatan kita, dana itu harus bisa dikelola dengan sebaik-baiknya," tandas Rumaratu dalam kegiatan Penguatan dan Pembekalan Calon Kepala Sekolah Kabupaten Seram Bagian Timur, di Aula Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten SBT, Sabtu (28/7).

    Menurut Rumaratu, sebanyak 27 indikator keberhasilan pendidikan, 14 indikator di antaranya menjadi tanggungjawab pihak sekolah. Bagaimana menggunakan dana BOS yang terbatas untuk kepentingan proses belajar mengajar secara maksimal. "Bapa ibu harus bisa gerakkan teman-teman para guru supaya lebih maksimal bertugas, intinya khan di situ," ujar Rumaratu di hadapan para calon Kepsek. Menurutnya, pengelolaan dana BOS tergantung RAB yang ditentukan berdasarkan prioritas. Dengan mengedepankan efektivitas dan efisiensi program.

    Baca Juga : "Koon" Mendunia, Bappeda Rencanakan Bangun Bandara Gorom

    Dan lagi-lagi, ingat Achmad Rumaratu, penilaian standar kompetensi seorang Kepsek ikut ditentukan, dari cara mengelola Dana BOS seperti dimaksud. Dia menambahkan, Pemda SBT sedang fokus mengentaskan kemiskinan, sehingga banyak anggaran daerah dialokasikan ke arah itu.

    "Dinas pendidikan sendiri ada bantu shering anggaran untuk menunjang program Indonesia pintar. Yaitu, melalui tunjangan untuk guru-guru di daerah tertinggal dan sangat tertinggal di SBT ini, sebanyak Rp 7 miliar," ingat Rumaratu.(*)

    No comments

    Post Top Ad