Header Ads

  • Breaking News

    Kadisppora SBT Galau, Guru Garis Depan 2018 "Hangus"

    Kadisppora SBT Galau, Guru Garis Depan 2018 "Hangus"
    Kadis Pendidikan SBT 

    BinaiyaNews - Pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disppora) Kabupaten SBT mengakui kalau kebutuhan guru mata pelajaran SD di wilayah-wilayah terpencil merupakan hal yang krusial dipenuhi. Peluang program guru garis depan pemerintah pusat yang menjangkau daerah semacam itu perlu ditangkap.

    Diharapkan instansi OPD terkait perlu bersinergi, agar peluang tersebut tidak lepas lagi seperti pernah terjadi. Untuk tahun 2019, peluang itu diharapkan masih ada. Agar minimal 40 guru garis depan yang diambil dari putera-puteri SBT diakomodir Kementerian Aparatur Negara (Kemenpan).

    Akibat miskomunikasi yang terjadi, Kabupaten SBT tidak kebagian kuota guru garis depan yang  dianggarkan oleh Kemenpan RI. Sebanyak 26 sarjana kependidikan asal SBT tidak terakomodir dalam program tersebut. Tentu saja, ini merugikan para siswa SD yang ada di wilayah terpencil, seperti Teor, Watubela, Kesui, Kilmury, dan sebagian Kecamatan Gorom.

    Kadisppora SBT Galau, Guru Garis Depan 2018 "Hangus"
    Kadisppora SBT Galau, Guru Garis Depan 2018 "Hangus" 

    Berita Terkait : 

    "Tahun ini tidak ada guru garis depan kita yang diakomodir melalui anggaran pusat. Ini karena miskomunikasi saja dengan pihak BKD. Mereka lupa atau bagaimana, sehingga tidak lakukan koordinasi dengan Kemenpan," kata Kadisppora SBT Achmad Rumaratu di ruang kerjanya, Rabu (1/8).

    Dijelaskan Kadisppora, Pemda Kabupaten SBT tiap tahunnya mengirim lulusan SMA yang notabene anak daerah ini untuk studi S1 Kependidikan di Universitas tertentu di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Dengan mutu pendidikan sarjana yang berkualitas seperti itu, para lulusan memiliki strategi menghadapi kendala kependidikan daerah terpencil. "Tentu saja mereka sangat berkompeten, untuk wilayah-wilayah tugas seperti daerah itu," ujarnya.(*)

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad