• Breaking News

    PEMDA SBT "Angkat" Potensi Garam Berkualitas Desa Hote

    PEMDA SBT "Angkat" Potensi Garam Berkualitas Desa Hote
    PEMDA SBT "Angkat" Potensi Garam Berkualitas Desa Hote

    Binaiyanews.com, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT), Bula - Menyadari potensi yang begitu besar, terobosan disiapkan oleh Dinas Koperasi UMKM Industri dan Perdagangan (Indag) Pemda Kabupaten SBT. Sebanyak 200-300 ton garam bisa dipanen di Desa Hote Kecamatan Bula Barat dalam 15 hari.

    Jika dikalkulasi pendapatan bisa diperoleh  petani desa ini dari garam adalah Rp 600 juta. Bagaimana tidak, kualitas garam dari desa Hote sesuai pengujian lebih tinggi daripada garam yang dihasilkan oleh petani garam di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur.

    Sehingga, Kabupaten SBT dipastikan mampu bersaing dengan daerah penghasil garam lain. Bahkan diharapkan menjadi pemasok garam nasional bukan hal mustahil.

    Apalagi jika diikuti langkah ekstensifikasi melalui perluasan areal produksi di beberapa desa yang lain di SBT. Terobosan Pemda SBT ini tentu merupakan kabar gembira bagi warga desa Hote maupun desa-desa lain di SBT yang mau tekun sebagai petani garam.

    Kadis Koperasi UMKM dan Indag Kabupaten SBT, Lucky Uyara mengungkapkan antusiasme masyarakat Desa Hote telah terlihat. Setelah lahan 1 Hektar dihibahkan oleh masyarakat desa tersebut untuk dijadikan bunker garam. "Beberapa hari lagi katong sudah baca doa di Hote Bula Barat untuk masuk di lahan itu," ujar Lucky Uyara, Rabu (17/7).

    Artikel Terkait :


    Lucky menjelaskan, garam berkualitas tinggi dari desa Hote merupakan potensi, bila digarap bakal mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat di desa itu. Cara produksi relatif mudah, dengan masa panen hanya 15 hari menghasilkan 300 ton garam . "Kalau harga garam Rp 2000 per kilo, 300 ton khan Rp 600 juta. Itu bukan uang sedikit bagi masyarakat desa," kata Lucky.

    Diakui untuk menyiapkan lahan 1 ha untuk memproduksi garam, butuh anggaran Rp 120 juta. Yakni untuk pengadaan alat dan bahan berupa membran-membran penangkap butiran garam dari air (laut) yang dituang di bungker garam. "Dan cost pengeluaran ini akan kembali hanya dalam satu kali panen," katanya.

    Lucky Uyara menambahkan, banyak prospek cerah bagi petani di SBT tengah menunggu mereka. Salah satunya, MoU antara Bupati SBT dan Bupati Fak Fak, terkait produksi jagung. Yang mana, SBT diminta menyiapkan 2000 ton jagung, sebagai bahan campuran kopi produksi Kabupaten Fak Fak. "Itu artinya ada peluang yang harus kita tangkap. Nanti akan ada MoU, beberapa hari ini kita akan WA mereka ini loh yang kita mau, lalu dong mau apa. Nanti dua kemauan itu kita satukan dalam MoU itu," papar Lucky (**)

    No comments

    Post Top Ad