• Breaking News

    Entaskan Kemiskinan, "Bappeda Masuk Kampung"

    Entaskan Kemiskinan, "Bappeda Masuk Kampung"
    Entaskan Kemiskinan, "Bappeda Masuk Kampung"

    Binaiyanews.com, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) - Meski kecil, angka kemiskinan Kabupaten SBT turun sebesar 0,94 % diyakini sebagai dampak dari kucuran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Dan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan pihak Bappeda menyiapkan survei dengan fokus rumah tangga miskin, menyasar potensi wilayah sampai melongok kesiapan infrastruktur di pedesaan.

    Survei dengan metode quisioner ini dalam waktu dekat akan dilakukan di Kecamatan Bula Barat, Teluk Waru dan Tutuktolu yang diambil sampel sebagai pilot project.

    Survei bertujuan untuk melihat sejauh mana pembangunan fisik maupun pemberdayaan yang programnya digencarkan pemerintah itu mampu mengangkat rumah tangga sasaran (RTS) dari bawah garis kemiskinan.

    Dihubungi di ruang kerjanya, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Litbangkabupaten SBT, Ekayanti Wokanubun tidak menepis, data penurunan angka kemiskinan sebesar 0,94 % berdasarkan data BPS tahun 2017. “Itu data BPS. Dari 24,53 % pada tahun 2016, turun menjadi 23,59 %. Jadi penurunan angka kemiskinan itu sebesar 0,94 %,” kata Eka, Rabu (25/7).

    Turunnya angka kemiskinan dinilai terkait dengan kucuran DD dan ADD. Tentunya, penurunan angka itu akan lebih baik lagi jika disinergikan dengan program pembangunan Pemda Kabupaten SBT sendiri. "Apalagi sebelumnya khan sudah ada program dari Pemda SBT juga, didorong lagi dengan dana desa dan ADD, kami kira ini akan berpengaruh pada angka kemiskinan. Sekarang turunnya belum signifikan, tapi nanti akan ada progres yang lebih baik lagi," tandas Eka.

    Terkait survei yang disebut “Bappeda Nadudu Wanu” atau Bappeda turun ke kampung itu, kata Eka, ikut dilihat  dampak dari Dana Desa dan ADD. Juga dampak program tiap instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Entaskan Kemiskinan, "Bappeda Masuk Kampung"
    Entaskan Kemiskinan, "Bappeda Masuk Kampung"

    Turut disurvei profil kemiskinan wilayah di tiap desa 3 Kecamatan yang jadi pilot project.  Berbagai program pemerintah baik Kabupaten SBT, Provinsi Maluku hingga pemerintah pusat akan disurvei.

    Dari pemerintah pusat, diantaranya Program Keluraga Harapan (PKH), Raskin, Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Sejauh mana program pengentasan kemiskinan ini diterima dan dimanfaatkan. Apakah sasarannya adalah masyarakat miskin atau tidak, itu disurvei sama kita," ujar dia.

    Baca Juga : 


    Terkait kemiskinan wilayah, Bappeda akan lakukan survei terhadap berbagai sektor pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan serta insfrastruktur. Selain itu melalui survei "Bappeda Nadudu Wanu" sebut Ekayanti Wokanubun juga hendak diidentifikasi potensi sumber daya alam setiap desa di kecamatan bersangkutan.

    Hasil dari survei akan menjadi informasi data bagi OPD di lingkup Pemerintah kabupaten SBT guna merumuskan program pembangunan ke depan, khususnya pengentasan kemiskinan di daerah ini.(*)

    No comments

    Post Top Ad