• Breaking News

    Atasi Sampah, SBT Bentuk Pokja Sanitasi

    Atasi Sampah, SBT Bentuk Pokja Sanitasi
    Atasi Sampah, SBT Bentuk Pokja Sanitasi

    Binaiyanews.com, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT), Bula - Untuk mengatasi kekumuhan Kota Bula, yang turut diakibatkan oleh sampah, Pemda Kabupaten SBT membentuk kelompok kerja (pokja) Sanitasi. Merupakan pokja pertama bidang kesehatan lingkungan atau sanitasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di seluruh Maluku.

    Pokja ini punya lima bidang, diketuai Sekda Kabupaten SBT, sedang Sekertaris Pokja dijabat Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan. Sementara anggota Pokja Bidang Perencanaan dijabat Kepala Bappeda, sedang Bidang Pendanaan dijabat Kepala BPKAD.

    Anggota pokja lainnya terdiri dari para pimpinan instansi (OPD) terkait. Untuk bidang teknis dipegang Kadis PUPR, bidang kesehatan oleh Kadis Kesehatan. Sedang bidang monitoring dan evaluasi oleh Kadis Lingkungan Hidup.

    Baca Juga :


    Dengan komposisi pokja dipimpin langsung oleh Sekda, diharapkan pokja maksimal berperan dalam merumuskan strategi sanitasi daerah sesuai kondisi wilayah. "Menyusun strategi sanitasi kabupaten atau SSK, memang merupakan tugas Pokja Sanitasi," aku Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Litbang Kabupaten SBT, Nora Marasabessy,ST dihubungi Rabu (25/7).

    Menurut sarjana Teknik Industri ini, pembentukan pokja adalah bagian dari perencanaan strategi sanitasi, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), RPJPD, RPJMD dan Buku Putih Sanitasi (BPS).

    Atasi Sampah, SBT Bentuk Pokja Sanitasi
    Atasi Sampah, SBT Bentuk Pokja Sanitasi

    Diakui, capaian sanitasi daerah ini baru mencapai 45 % dibanding target nasional sebesar 75 %.
    Karena itu Pemda Kabupaten SBT membuat usulan dukungan pembiayaan ke pemerintah pusat melalui Pemprov Maluku.

    Walau masih jauh dari target sanitasi nasional, Nora optimistis pokja mampu mengejar capaian dimaksud. Dengan dukungan penuh anggota dari beberapa instansi teknis yang ada.
    "Memang masih jauh gapnya sama target nasional. Tapi kita optimis, setidaknya setara dengan nasional. Dengan kebijakan kepala daerah (bupati) didukung penuh  OPD teknis, tahun ini pasti ada progres," ujar Nora.(**)

    No comments

    Post Top Ad