• Breaking News

    Pulau Seram layak Sebagai Ibukota Provinsi Maluku

    Binaiyanews, Masohi - Sejarah pernah terukir di Provinsi Maluku, dengan dicanangkanya pemindahan ibukota Provinsi Maluku ke wilayah Kabupaten Maluku Tengah, yang akan berada di daerah Makariki, pada 14 September 2013 di dataran Negeri Makariki.

    Pulau Seram layak Sebagai Ibukota Provinsi Maluku
    Pulau Seram layak Sebagai Ibukota Provinsi Maluku

    Kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur saat itu yaitu Karel Ralahalu, wakil Gubernur Said Assagaf, ketua dan anggota DPRD Provinsi Maluku, Kepala dinas PU Provinsi Maluku unsur Pimpinan TNI/ POLRI serta pemangku adat se-dataran Seram di Kabupaten Maluku Tengah.

    Pencanangan pemindahan Ibukota Provinsi Maluku itu, dibacakan surat pernyataan penyerahan tanah lahan seluas 110 Hektar, untuk pembangunan ibukota Provinsi Maluku, oleh raja Negeri Sepa Abdul Rauf Amahoru dan Raja Negeri Makariki Ny. T. C. Wattimena untuk pembangunan infrastruktur Ibukota Provinsi. Selanjutnya surat itu ditandatangani oleh perangkat Negeri dan pemangku adat dan di serahkan kepada bupati dan gubernur Maluku pada siang hari itu.

    Baca JugaIbukota Maluku Pindah di Pulau Seram, Ini Kata Mantan Gubernur Karel Ralahalu

    Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua dalam sambutannya pada kegiatan itu mengatakan, memang proses pemindahan Ibukota tidak semudah apa yang dipikirkan. "Akan tetapi melalui pengkajian yang begitu mendalam, disertai dengan kearifan dalam menyelesaikan semua persoalan," ujarnya.

    "Pulau seram yang berjuluk Nusa Ina atau Pulau ibu telah banyak menghasilkan aliran-aliran kesejahteraan ke berbagai daerah, sebagimana filosofi seorang ibu yang memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya," katanya.

    Dirinya mengutip pesan Presiden Indonesia pertama ir.Soekarno, bahwa nantinya Ibukota Maluku harus berada di dataran Pulau Seram. Pernyataan itu menurutnya telah memberikan gambaran yang kuat, bahwa potensi sumber daya alam yang melimpah di Pulau Seram, dapat dikelolah secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

    "Adapun aspek pertimbangan yang lain khususnya dari aspek historis, sesuai dengan apa yang pernah diisyaratkan oleh Presiden pertama ir.Soekarno, pada saat peletakan batu pertama Kota Masohi. Agar nantinya Ibukota Provinsi Maluku harus dipindahkan ke wilayah kabupaten Maluku Tengah, yaitu di Pulau Seram," kutipnya.

    Baca JugaBupati Geram, Sebagian ASN Tidak Dukung Aplikasi Pedang Bermata Dua

    Bupati mengatakan, secara geografis kewilayahan Pulau Seram yang merupakan pulau yang terbesar dan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar di Provinsi Maluku. Hal itu kata Tuasikal, harus disadari bahwa begitu besarnya potensi sumber daya alam daratan maupun lautan yang perlu dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta dapat memberikan kontribusi bagi daerah-daerah lain didalam Provinsi Maluku, secara menyeluruh. "Di Pulau ini juga, oleh Pemerintah Pusat ditetapkan berbagai kebijakan tentangan kawasan yang berorientasi pada kawasan konservasi maupun kawasan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

    Pulau Seram layak Sebagai Ibukota Provinsi Maluku
    Pulau Seram layak Sebagai Ibukota Provinsi Maluku

    Diharapkannya, pencanangan Ibukota Provinsi Maluku ke Kabupaten Maluku Tengah di dukung oleh seluruh komponen dan seluruh Kabupaten di Provinsi Maluku. Untuk mendukung proses selanjutnya, yaitu untuk pemindahan ibukota provinsi ke kabupaten Maluku Tengah. "Kita sangat berharap ada dukungan dari semua elemen, baik itu dari Pemerintah Provinsi Maluku maupun semua Kabupaten di Provinsi Maluku," harapnya.

    "Dengan latar belakang itulah maka Pemerintah Daerah, DPRD serta seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Malteng berniat dan bertekad mendorong perpindahan ibukota Provinsi Maluku ke wilayah kabupaten Maluku Tengah. Dengan semangat itulah maka pada agenda Pencanangan pemindahan ibukota maluku dapat dilaksanan," serunya di sambut tepuk tangan peserta yang hadir pada hari itu.

    Diakhir sambutanya bupati mengucapkan terima kasih Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan wakil gubernur Maluku, ir.Said Assagaf, dan juga kepada masyarakat adat negeri Sepa dan Makariki, yang telah berpartisipasi dalam pembangunan dan atas nama Pemerintah daerah Maluku Tengah. Serta seluruh masyarakat menyatakan menerima pemindahan ibukota provinsi maluku di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.(**)

    No comments

    Post Top Ad