• Breaking News

    Pilgub Sepi, Tak Ada Politik “Wawawa” Lagi

    Binaiyanews - Suhu politik jelang perhelatan pesta rakyat untuk memilih Gubernur-Wakil Gubernur Maluku diakui sepi. Ini disebabkan, para kandidat harus hati-hati mengeluarkan cost politik.

    Namun kondisi ini dinilai positif, salah satunya paslon mau tak mau harus turun menjumpai pemilih. “Dulu sistem kumpul-kumpul orang, lalu tim sukses atau agen-agen politik itu dengan modal wa wa wa saja, kasih uang langsung pergi. Sekarang tidak. Paslon langsung turun jumpa publik, jadi dia harus blusukan,” kata peneliti Indonesian Election Expert (INDEX) Nendy K Asyari kepada Kabar Timur, Senin, kemarin.

    Pilgub Sepi, Tak Ada Politik “Wawawa” Lagi
    Gambar ilustrasi : Pilgub Sepi, Tak Ada Politik “Wawawa” Lagi - sumber

    Mengapa paslon harus hati-hati, menurut Nendy, dikarenakan regulasi terkait Pilkada semakin ketat. Belum lagi sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, meski tidak bertalian langsung dengan perhelatan Pilkada, relatif membuat para kandidat harus lebih berhati-hati.

    Kembali ke pendekatan baru yang mau tak mau dilalui, seperti blusukan, kampanye dengan peserta terbatas dan sebagainya menurut Nendy, paslon akan lebih dekat dengan pemilihnya.

    Padahal jika menggunakan cara lama yang dilakukan oleh tim-tim sukses yang dia sebut agen-agen politik, selain butuh cost politik yang tinggi, hasil pendekatan dengan pemilih belum tentu terukur.

    Tidak seperti kalau paslon langsung menemui masyarakat melalui tokoh-tokoh setempat yang dia sebut ‘agen-agen eceran’. Cost politik yang keluar bakal dapat ditekan melalui cara demikian.

    Baca JugaBAILEO Janji Pindahkan Ibukota Provinsi ke Pulau Seram

    Di lain sisi, hasil yang dicapai bisa langsung diukur di lapangan jika paslon mengabaikan tim-tim sukses yang menggerus dana kampanye itu. “Cost politiknya kalau pake tim-tim sukses uang harus banyak. Dengan agen-agen politik eceran, jika efektif dilakukan paslon sudah pasti mendapat dukungan publik,” tandas Nendy.

    Tinggal bagaimana tiap paslon mengelola waktu dan dana dalam mempengaruhi persepsi politik masyarakat. Jika strategi dikemas dengan pendekatan yang tepat, upaya paslon jelas berpengaruh terhadap persepsi politik dimaksud. (KTA)

    (sumber berita Kabartimur.co.id)

    No comments

    Post Top Ad