• Breaking News

    Ibukota Maluku Pindah di Pulau Seram, Ini Kata Mantan Gubernur Karel Ralahalu

    Binaiyanews.com - Mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam sambutannya pada saat pencanangan pemindahan Ibukota Provinsi di Kabupaten Maluku Tengah, pada 14 September 2013 silam mengatakan bahwa, peristiwa itu akan dikenal sebagai hari yang paling bersejarah oleh generasi Maluku.

    "Sebab peristiwa hari ini akan mengukir catatan tersendiri dalam perjalanan panjang membangun negeri siwalima tanah raja-raja bumi Maluku," ujarnya di hadapan seluruh orang yang hadir pada hari itu.

    Dikatakannya selaku umat beragama sudah sepatutnya menghaturkan puji syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas anugerahNya, karena telah dilaksanakan acara pencanangan pemindahan ibukota provinsi maluku di wilayah makariki, Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.

    Ibukota Maluku Pindah di Pulau Seram, Ini Kata Mantan Gubernur Karel Ralahalu
    Ibukota Maluku Pindah di Pulau Seram, Ini Kata Mantan Gubernur Karel Ralahalu

    "Kita patut bersyukur karena, setelah melewati proses pergolakan yang panjang, akhirnya proses pencanangan pemindahan ibukota dapat berjalan dengan lancar," ucapnya.

    Karel yang dipenghujung masa jabatannya sebagai gubernur saat itu, memberikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Maluku, selaku mitra kerja Pemerintah. Juga kepada bupati dan walikota se-Provinsi Maluku atas dukungan mereka terhadap agenda pemindahan ibukota itu. "Apresiasi yang tinggi juga kepada walikota Ambon dan bupati Kabupaten Maluku Tengah, atas respons dan kebijakan yang arif dalam mencermati proses-proses pencanagan pemindahan Ibukota Maluku saat ini," ungkapnya.

    Dikatakannya, untuk sampai pada proses pemindahan Ibukota bukanlah hal yang mudah. Tak semudah membalikan telapak tangan. Namun harus melewati banyak tantangan dan pertimbangan, karna menyangkut masa depan Provinsi Maluku. "Saya memaklumi tantangan-tantangan yang di terima. Baik isyu-isyu atau pikiran-pikiran beragam yang dikembangkan diberbagai media massa. Namun saya menganggap itu sebuah hal yang wajar. Dan justru itu saya anggap sebagai hal yang sangat hebat dalam sistem Pemerintahan kita yang demokrasi," ungkapnya.

    Baca JugaPulau Seram layak Sebagai Ibukota Provinsi Maluku

    Diakuinya ada pro kontra, ada mekanisme cek and balance, terjadi bentuk-bentuk kritik dan saran. Namun menurutnya semua itu menjadi pilar-pilar utama tegaknya demokratisasi dalam tatanan Pemerintahan di Maluku. "Dalam ungkapan lain model kepemimpinan otoriter atau diktator sudah tidak dimungkinkan lagi dalam ruang publik di zaman sekarang," sentilnya.

    Ibukota Maluku Pindah di Pulau Seram, Ini Kata Mantan Gubernur Karel Ralahalu

    Dikatakannya demi menghindari semakin membiasnya beragam pemikiran, isyu dan masukan yang begitu banyak berkembang. Maka di kesempatan itu secara substansial dia ingin menjelaskan kepada semua pihak secara terbuka bahwa, hal yang paling mendasar untuk melaksanakan pencanangan pemindahan Ibukota Provinsi Maluku adalah berdasar pada pertimbangan-pertimbangan yang komperhensif. "Karena melihat perkembangan-perkembangan pada berbagai daerah di Maluku. Maka Pulau Seram yang merupakan nusa ina, ibu Negeri kita, ibu kandung negeri kita. Pulau yang membesarkan kita diseluruh Provinsi Maluku, ini sangat tepat untuk di jadikan sebagai Ibukota Provinsi Maluku," tegasnya.

    "Kedepannya, Pulau Nusa Ina ini akan terbagi dalam pusat-pusat pemerintahan. Kajian pusat pemerintahan dan pertumbuhan dimasa yang akan datang. Akan ada kawasan ekonomi khusus dan kawasan Pertumbuhan ekonomi terpadu (KAPET). Akan ada perencanaan pemekaran-pemekaran wilayah yang akan dilaksanakan. Juga kajian pengembangan Pulau Seram untuk kesejahteran di masa yang akan datang," jelasnya.(**)

    No comments

    Post Top Ad