• Breaking News

    Disdukcapil Malteng Keluarkan Surat Keterangan Barcode Pengganti KTP

    Binaiyanews - Kekosongan blanko e-KTP di berbagai wilayah, juga di terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. Namun kini warga tidak perlu khawatir lagi, sebab sudah ada Surat Keterangan (SUKET) dengan aplikasi Barcode yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatatan (DISDUKCAPIL) Kabupaten Maluku Tengah.

    Disdukcapil Malteng
    Suasana kerja di Disdukcapil Malteng

    Surat Keterangan (SUKET) itu sebagai pengganti e-KTP sementara. Namun berlaku hanya 6 bulan sejak dikeluarkan, untuk kepentingan berbagai keperluan administrasi seperti, Pemilihan Kepala Gubenur Maluku keperluan administrasi TNI/POLRI dan lainnya.

    "SUKET barcode ini digunakan ketika penduduk yang belum terekam dalam data base. Hanya untuk kepentingan PILKADA atau untuk pengurusan TNI/POLRI atau kebutuhan lainnya," kata Wahyu Barayanan pegawai administrator data base Disdukcapil Kabupaten Maluku Tengah di Masohi. Senin (4/6/2018) siang.

    Dijelaskannya, bila sudah melewati batas waktu 6 bulan sejak dikeluarkan maka SUKET itu harus melalui proses cetak KTP. Tapi kalau belum juga maka bisa dikeluarkan lagi.
    "SUKET berlaku hanya 6 bulan sejak di keluarkan, bila sudah lewat diharuskan untuk cetak KTP. Tapi kalau belum juga maka bisa berlanjut menggunakan SUKET," jelasnya.

    Suket (Surat Keterangan) dapat menjadi alternatif bagi mereka yang belum mempunyai eKTP. Fungsi dari SUKET ini pun sama dengan eKTP di dalamnya berisi semua data pribadi warga yang didapat dari hasil perekaman eKTP, dilengkapi dengan kode QR (quick response). Kevalidan SUKET sebagai pengganti eKTP tidak perlu diragukan karena tercetak bersumber langsung dari database SIAK (sistem administrasi kependudukan) Depdagri.

    Baca JugaKabag Humas Pemda Malteng Ciptakan Aplikasi Pedang Bermata Dua

    Dengan adanya SUKET Barcode itu pihaknya dapat mengetahui jumlah penduduk Maluku Tengah yang belum terekam.
    "Kita bersyukur, karena dengan adanya SUKET ini kita bisa ketahui jumlah penduduk yang belum terekam,  maka kedepan kita sudah bisa diakomodir dalam data perekaman," ujarnya.

    Suket pengganti e-KTP tersebut dilengkapi dengan barcode untuk menandakan sudah lewat uji ketunggalan.
    "Suket itu dilengkapi barcode dari individu pemilik identitas. Suket ini bisa dikeluarkan ketika proses perekaman sudah divalidasi, baru bisa dikeluarkan," tandasnya.

    Data kependudukan tersebut disesuaikan dengan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan oleh KPU, yang kemudian diserahkan kepada pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.(**)

    No comments

    Post Top Ad