• Breaking News

    Bupati Geram, Sebagian ASN Tidak Dukung Aplikasi Pedang Bermata Dua

    Binaiyanews, Masohi - Aplikasi Peningkatan Disiplin Pegawai Berbasis Aplikasi (Pedang Bermata Dua) yang diciptakan oleh Kepala Bagian (KABAG) Humas Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Bony Kabrahanubun ternyata tidak di dukung oleh sebagian Aparat Sipil Negera (ASN) di lingkup Pemkab Malteng.

    Hal itu terungkap saat sambutan Bupati Kabupaten Malteng, Tuasikal Abua pada kegiatan Launching Proyek Perubahan Peserta DikIat PIM III Angkatan XIII tahun 2018 di pelataran kantor bupati Malteng, Sabtu (2/6/2018).

    Padahal program brilian yang diciptakan pada saat menjadi peserta DikIat PIM III Angkatan XIII tahun 2018, sangat di apresiasi oleh Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua.

    Bupati Geram, Sebagian ASN Tidak Dukung Aplikasi Pedang Bermata Dua
    Bupati Geram, Sebagian ASN Tidak Dukung Aplikasi Pedang Bermata Dua

    Sejak awal bupati telah mengingatkan agar tidak boleh ada gesekan paska program itu diluncurkan secara resmi. Sebab dirinya menanggap program itu sangat positif dan kreatif demi meningkatkan disiplin ASN. "Keberhasilan inovasi aplikasi e-Disiplin yang diperkenalkan itu, jangan sampai menjadi pemicu terjadinya resistensi dalam pergaulan sehari-hari di antara sesama ASN. Namun harus menjadi pemicu bagi peningkatan kinerja PNS," pesannya.

    Bupati Geram, Sebagian ASN Tidak Dukung Aplikasi Pedang Bermata Dua
    Kepala Bagian (KABAG) Humas Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Bony Kabrahanubun

    Menurut bupati, hal itu justru harus disikapi sebagai kabar gembira yang akan menuntun semua pegawai Pemerintah Kabupaten Malteng lebih disiplin dan lebih siap dalam bekerja dan melayani masyarakat. "Jangan sampai ada resistensi dari saudara-saudara para pegawai lainnya. Jangan sampai saudara-saudara merasa bahwa penerapan e-Disiplin itu merupakan hantu yang mematikan saudara saudara dalam bekerja dan berkarier," sentilnya.

    Bupati telah mengetahui adanya sejumlah orang yang tidak sejalan dengan program tersebut. "Hal ini perlu saya ingatkan karena saya mendengar sudah ada pegawai yang alergi bahkan menentang rencana pemanfaatan aplikasi e-Disiplin ini di Kabupaten Maluku Tengah," ingatnya.

    Dirinya mengganggap orang-orang yang tidak senang dengan peluncuran aplikasi Pedang Bermata Dua itu tidak disiplin dan tidak ingin ada kemajuan di daerah. Padahal dasar hukumnya jelas, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji PNS, dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. "Saya menganggap saudara-saudara yang menentang penerapan e-Disiplin ini sebagai kelompok pegawai yang tidak ingin merubah diri, tidak mau disiplin, yang tidak ingin melihat daerah ini maju dan berkembang," kecam bupati.

    Baca Juga Kabag Humas Pemda Malteng Ciptakan Aplikasi Pedang Bermata Dua

    "Olehnya itu perlu saya ingatkan lagi kepada saudara-saudara bahwa, ada banyak dasar hukum yang mengharuskan kita selaku pegawai negeri untuk mentaatinya. Contohnya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji PNS, dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS," tegasnya.

    Melalui kedua peraturan tersebut, kata bupati antara lain menegaskan bahwa, pengambilan sumpah/janji merupakan suatu ikrar yang wajib dilakukan oleh setiap PNS. Hal itu menurutnya sebagai landasan pijak untuk menjalankan tugas dan kewajibaa.

    "Apabila konsekuen maka, otomatis sejak menjadi PNS saudara-saudara telah siap memikul tugas dan tanggung jawab, dalam menjalankan amanah yang dipercayakan. Setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, maupun siap sedia mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku," tandasnya.(**)

    No comments

    Post Top Ad