• Breaking News

    TNI Gagalkan Penyelundupan Kayu Masohi

    Binaiyanews - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI Papua Nugini (PNG) Sektor Utara dari Batalyon Infanteri 121/Macan Kumbang berhasil menggagalkan penyelundupan 1,1 ton kulit kayu masohi dari PNG di Kampung Yabanda, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Minggu (27/5 2018) kemarin.

    TNI Gagalkan Penyelundupan Kayu Masohi
    TNI Gagalkan Penyelundupan Kayu Masohi

    Dansatgas Yonif 121/MK Letkol Inf Imir Faishal mengatakan, pengungkapan penyelundupan ini dilakukan Satgas Pamtas Pos Yabanda, yang dipimpin Lettu Inf Ariston Diwan Manik bersama 7 anggotanya. Saat melakukan patroli di hutan Kampung Yabanda, pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WIT. "Upaya penyelundupan ini berhasil digagalkan oleh patroli pamtas Pos Yabanda yang rutin melakukan patroli di kampung yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini itu," ungkapnya.

    Saat keluar dari hutan Kampung Yabanda, kata Faishal, mereka melihat sebuah mobil pick up sarat muatan yang tertutup terpal parkir di pinggir jalan kampung. Dari pemilik mobil pick nomor polisi PA 8163 KB, berinisial NAN (37) mengakui bahwa ia bersama 3 rekannya baru saja memuat kulit kayu masohi dan hendak membawanya ke Arso 2. NAN belakangan diketahui adalah warga Kampung Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

    TNI Gagalkan Penyelundupan Kayu Masohi
    TNI Gagalkan Penyelundupan Kayu Masohi

    Ketika ditanya mengenai dokumen kulit kayu masohi yang mereka angkut, NAN tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi kepemilikan komoditas ekspor itu. "Dari pemeriksaan di Pos Yabanda, NAN (37) mengaku membeli 51 karung kulit kayu masohi seberat 1,1 ton tersebut dari warga PNG bernama Chris Humai (69). Mereka melakukan transaksi jual beli di pinggir jalan setelah barang itu diselundupkan melalui jalan tikus dari Papua Nugini," katanya.

    Baca JugaH-18 Lebaran, PT ASDP Sediakan 2 buah Fery Layani Penumpang Masohi - Hunimua

    Terungkapnya upaya penyelundupan kulit kayu masohi ini, kata Faishal, menjadi bukti wilayah perbatasan Republik Indonesia - Papua Nugini sarat dengan kegiatan ilegal yang selama ini luput dari pengawasan karena banyaknya jalan tikus di wilayah tersebut.

    Ke-4 orang bersama barang bukti berupa 51 karung kulit kayu masohi tersebut lalu diserahkan ke Pos Komando Taktis Satgas Pamtas Yonif 121/MK di Kampung Wonorejo Arso. "Setelah berkoordinasi dengan Badan Karantina Pertanian Iayapura, ke-4 orang tersebut dibebaskan dan dipersilahkan mengurus dokumen kulit kayu masohi. Sedangkan 51 karung kulit kayu masohi ditahan di Pos Kotis Pamtas Yonif 121/MK di Wonorejo," pungkasnya. (Tes/Rel)

    No comments

    Post Top Ad