• Breaking News

    Plafon Kios Pasar Binaya Ambruk, DISPERINDAG Malteng diminta Perhatiannya

    Binaiyanews, MASOHI - Proyek yang baru berusia satu tahun empat bulan itu berulang kali meresahkan pedagang pada Pasar Binaiya Masohi.

    Pada hari Rabu (9/5/2018) sekitar pukul 15.30 WIT saat hujan deras mengguyur kota Masohi pada sore hari itu, sejumlah pedagang kucar-kacir mengambil peralatan untuk menahan air yang turun dari atas Plafon di blok A dan B.

    Plafond Kios Binaya Ambruk, DISPERINDAG Malteng di Minta Tanggung Jawab
    Kios Pasar Binaiya Ambruk

    Kerusakan yang parah di blok A tepatnya di kios milik mas Amir pedagang pakaian. Pada plafon yang terbuat dari asbes itu akhirnya ambruk. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Diduga penyebabnya adalah air yang tergenang di atas plafon, karena talang berada di atas plafon. "Kejadian air merembes dari atas plafon sudah sering terjadi, tapi baru kali ini yang parah sampai jebol dan ambruk," ungkapnya.

    Dugaan sementara konstruksi bangunan proyek milyaran rupiah dari dana APBN melalui dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maluku Tengah itu dikerjakan asal-asalan oleh kontraktor Jevo Pellu.

    "Pipa paralon di bagian atas tidak rata sehingga ketika air hujan turun sebagian turun lambat, sedangkan di kios kami turunnya kencang. Di tambah lagi dengan tersumbatnya pipa paralon di bagian bawah," bebernya.

    "Tidak ada korban jiwa, hanya saja pakaian dagangan saya basah. Dan kalau di perbaiki yah kita pakai biaya sendiri lagi," ucapnya melemas.

    Sementara itu pada blok B terlihat seorang ibu sedang mengepel lantai yang basah karena plafon bocor juga. Dan ternyata pada sebagian besar blok B itu kasusnya yaitu air merembes dari atas plafon.

    "Kalau di lihat kasusnya semua blok ini sama, karena talang yang bermasalah," kata salah satu pedagang kepada Binaiyanews pada saat memantau lokasi pasar pada sore hari itu.

    Baca JugaLampu PLN Padam Ganggu UNBK di Masohi

    Menurut mereka seharusnya atap bangunan pasar yang bocor diperbaiki dahulu, baru dipasang plafon, karena jika tidak air tetap mengalir dan plafon tidak bertahan lama akan jebol kembali. "Kami tetap merasa was-was saat hujan, karena kios tetap bocor dan dagangan pasti basah," ujarnya.

    Para pedagang di lokasi pasar Binaiya itu mengharapkan perhatian Pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Maluku Tengah untuk mengatasi masalah tersebut.

    Bisa memperbaiki kembali atap bangunan yang bocor agar plafon kiosnya tidak basah sehingga tidak ambruk kembali.

    "Tolong jua eeeeee kasiang sudah musim hujan ini. Setiap hari katong siaga par jaga air turun di dalam kios. Pemda Maluku Tengah tolong mengambil sikap mengatasi masalah ini," harap mereka.(**)

    No comments

    Post Top Ad