• Breaking News

    Lailossa; TNI/POLRI dan PEMDA MALTENG Diminta Harus Serius Sikapi Ancaman Teroris

    Biaiyanews - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah, Rudolf Lailossa berpendapat bahwa Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Maluku Tengah perlu memperkuat koordinasi dengan jajaran TNI, Polri dalam menghadapi maraknya aksi terorisme yang terjadi belakangan ini.

    Menurutnya, persoalan terorisme saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial atau hanya oleh salah satu unsur pemerintah saja. Oleh sebab itu, dibutuhkan kontribusi dari seluruh pemangku kepentingan dalam menanggulangi terorisme.

    Lailossa; TNI/POLRI dan PEMDA MALTENG Serius Sikapi Ancaman Teroris
    Rudy Lailossa

    "Semua pihak saya kira harus kerja sama, harus kompak menghadapi masalah ini dengan serius," ujarnya kepada Binaiyanews Minggu (20/5/2018)

    Rudy menilai, aksi bom bunuh diri yang selalu terjadi itu telah menampakan diri secara nyata di tengah masyarakat. Sehingga harus ada kolaborasi antara semua elemen untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dengan memberikan sosialisasi kepada warga di setiap desa/kelurahan, RT dan RW. Hal itu bertujuan agar semua pihak maksimal dalam menjaga keamanan negara dari berbagai ancaman teror.

    "Sudah ada gerakan yang mengancam kedaulatan Negara. Oleh karena itu Pemerintah, TNI dan Polri harus berkolaborasi menangkal hal itu, dengan memberikan sosialisasi secara langsung dan menyentuh masyarakat," kata wakil ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah itu.

    Baca JugaTahun Politik Umat Beragama Diminta Bersatu

    Lailossa juga mengingatkan bahwa, persoalan terorisme jangan dianggap remeh. Sebab, pemikiran radikalisme lebih cepat menyebar di era perkembangan teknologi yang telah berkembang pesat.

    "Saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman besar dari pengikut paham radikalisme dan terorisme, terutama kelompok militan, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Hal itulah yang wajib diantisipasi seluruh elemen bangsa, karena ancaman ISIS ini bukanlah sekadar isapan jempol belaka, tetapi telah menyebar bagai virus yang mematikan," urainya.

    Dikatakannya, Indonesia adalah Negara yang menjunjung tinggi perbedaan dan menghormati kemajemukan suku dan budaya sesuai dengan ideologi Pancasila.

    "Karena itu semua warga negara Indonesia wajib saling menghormati antar sesama serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai gangguan," tegasnya.

    "Jadi saya berharap Polri, TNI dan PEMDA Malteng harus bersama-sama berkolaborasi, supaya dapat mematikan sel-sel potensi teroris. itu harus jalan,supaya jangan sampai terjadi baru kita bertindak," harapnya.(**)

    No comments

    Post Top Ad